Folksonomi

Online Culture Add comments Post by: brahmastagi

Dalam dunia penamaan dikenal ilmu yang namanya Taxonomi. dalam hal ini nama-nama dan pengkategorisasian di tentukan oleh yang kita sebut expert, yang lainnya akan mengikuti apa yang dikatakan expert ini.

Dalam dunia digital online yang didominasi dengan tagging pengkategorisasian ini berubah berada ditangan para kontributor internet yang memasukkan tag tertentu untuk setiap content yang di uploadnya. sehingga sifatnya bottom up. inilah yang disebut folksonomi.

Bisnis terutama marketing yang ingin membangun Brand di digital media perlu sadar hal ini karena hal inilah yang mungkin membentuk brand asosiasi dari brand Anda. bayangkan kalau para netter tersebut secara bersama-sama memberi tag jelek untuk produk anda, maka nama brand Anda bisa hancur. Contoh kalau prodsen minuman air minum dalam beberapa tulisan di blog yang membahas masalah ini di sebut dengan tag air bau (katakanlah sang produsen menambahakn wangi tertentu dalam produk sebagai differensiasi) maka asosiasi yang terbentuk bukannya air yang wangi tapi yang bau.

Yang perlu disadari ialah hal-hal seperti ini bisa terjadi dan tidak terelakkan.

Kalau orang dahulu mengatakan hati-hati dengan kata-kata, karena kata-kata lebih tajam daripada pedang yang paling tajam.. well dalam dunia digital yang di driven oleh sosial teknologi, dan consumer content created ini, kata-kata atau tulisan telah menjelma dari pedang menjadi Bom.

Leave a Reply

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in