Internet & Strategi Generik

Internet Strategi Add comments Post by: brahmastagi

Dalam bukunya yang menjadi panduan banyak perusahaan dan pelaku usaha, Michael Porter menuliskan bahwa perusahaan harus memiliki strategi generic yang jelas untuk dapat memenangkan persaingan. Porter membaginya menjadi strategi diferensiasi, low cost dan bila perusahaan tidak masuk dalam dua kategori tersebut maka dia menyebutnya stuck in the middle.

Dunia sudah banyak berkembang sejak Porter menyampaikan teorinya ini, saat ini walau masih sering dijadikan acuan, perkembangan bisnis dan teknologi didunia sudah sangat berbeda. Jika terapkan pola pemikiran ini didalam dunia internet, petanyaannya apakah masih relevan?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, coba kita lihat beberapa efek yang ditimbulkan oleh Internet terhadap proses bisnis:

  1. Internet membuat batas-batas komunikasi global menjadi tidak terbatas, seorang pengusaha kecil di daerah bisa berkomunikasi dengan perusahaan besar dibelahan dunia lainnya hanya dengan bermodalkan akses internet, email dan bahasa Inggris.
  2. Arus informasi di Internet yang cepat dan tak terbatas membuat konsumen di hujani informasi yang menimbulkan dua hal. Disatu sisi terjadi transparansi informasi, konsmen dapat dengan mudah membandingkan harga, memeriksa komentar konsumen lain, melihat rekomendasi konsumen lain, dst. Disisi lain konsumen menjadi pusing karena harus memfilter banyak informasi, karena sebenarnya hanya sedikit informasi tersebut yang benar-benar berguna baginya.
  3. Internet membuat proses pemesanan dan pemilihan barang bisa dilakukan dari mana saja dengan akses internet.
  4. Internet membuat interaksi diantara konsumen meningkat sangat tinggi sehingga rekomendasi, komentar dan suara konsumen menjadi lebih kuat dari masa sebelumnya. Pembentukan persepsi terhadap produk dan brand tidak lagi hanya dipengaruhi oleh lingkungan lokal namun juga lingkungan internasional.
  5. Interaksi ini tercermin dari tingginya trafik internet ke situs-situs social network seperti myspace, facebook, friendster, dll. juga ke situs seperti yahoo dimana konsumen dapat berkomentar, memberikan tanggapan terhadap produk, film dll.
  6. Konsumen memiliki akses untuk mengevaluasi produk atau jasa dalam lingkup dunia karena itu kata unik dan baru juga harus beradaptasi mengikuti perubahan ini
  7. Biaya komunikasi dan informasi yang semakin murah
  8. Dengan biaya logistik yang terjangkau Internet membawa persaingan produk pada tataran global. Seorang pembeli di Semarang, bisa memilih membeli sebuat iphone dari situs lokal di Indonsia, atau langsung memesan lewat ebay di Internet. Tidak hanya secara lokasi, persaingan juga harus dilihat secara cross categories. karena saat orang hendak membeli iphone, dia juga akan dihadapkan pada inforamsi produk-produk seperti digital camera, mp3 player, GPS, TV, dll.
  9. Dengan derasnya informasi kadang perusahaan harus menyesuaikan dengan arus ekspektasi yang berkembang. Misal adanya trend green environment membawa ekspektasi pengembangan produk-produk yang ramah lingkungan.

List diatas ini tentunya belum menunjukkan semua tren internet dan efeknya terhadap dunia bisnis, namun mungkin cukup mewakili.

So, bagaimana efek dari semua itu terhadap strategi generic perusahaan? Dengan menganalisis semua hal diatas beberapa catatan penting yang harus disadari ialah:

  1. Strategi low cost leadership murni kelihatannya hampir tidak mungkin ,karena konsumen akan membandingkannya dengan produk atau jasa serupa di seluruh dunia.
  2. Diferensiasi menjadi kunci, bahkan untuk perusahaan yang hanya mengandalkan model internet bisnis, fokus diferensiasi akan menjadi strategi perusahaan yang lebih baik. Dengan membidik pasar yang niche perusahaan akan berpeluang untuk berkembang.

Lebih jauh kita juga dapat melihat efek internet dalam beberapa strategi generic baru yang lahir setelah era Porter.

  1. Strategi Mass Customization, bisa dikatakan tidak lepas dari efek internet yang memungkinkan tiap customer menentukan spesifikasinya sendiri dengan metode yang mudah, cepat dan murah.
  2. Strategi luxuries atau super premium, bisa menjadi pilihan yang tepat karena bila kita memiliki produk yang “super” kita bisa menjualnya dengan harga sangat tinggi dan tetap mempunyai pangsa pasar, karena pasar kita adalah dunia.
  3. Strategi best producer yang menghasilkan produk bagus dengan murah juga harus menjadi benar-benar best di categoriesnya. Kalau tidak, kemungkinan akan tergilas oleh produk serupa dengan harga murah dan kualitas yang lebih baik.

Leave a Reply

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in